Sendiri, sendiri, selalu sendiri
Mencari, mencari, selalu mencari
Pada ruang, pada waktu aku sudah datang
Bertanya, bertanya, selalu bertanya
(Lirik, lagu, vokal: Iwan Fals)
Senin, 01 Juni 2009
02 Juni 2007 - 02 Juni 2009
Semua berawal dari pertemuan malam paskah 2005 itu. Mimpi dan harapan semua terukir dengan indah waktu itu.
Mei, ya kamu libur karena kamu habis Unjian Nasional, kamu pergi ke Jakarta ke tempat mami kamu. Semua rencana terjadi di Patal Senayan itu, aku, kamu, mami, juga papa kamu.
Aku ama kamu pergi ke kostku di Tanjung Priuk, lalu tak tinggal kerja, pulang kerja kita mampir makan di KFC Ramayana Semper, lalu kita ke Pasar Kebayoran Lama. Ya tujuan kita waktu itu ke sebuah toko emas, kita pilih2, akhirnya cocok, sepasang cincin itu pun terbeli.
Tanggal 02 Juni 2007 pukul 19.34 WIB romongan keluargaku sampai di rumah kamu,di sambut orang tua dan keluarga kamu. Berbagai sambutan dari pihak keluargaku juga keluargamu di ucapkan di depan para tamu yang waktu itu memang datang sabagai saksi.
Pkl 20.28 WIB cincin itu diserahkan dari pihakku ke pihak kamu.
Pkl 20.29 WIB, ibuku memasankan cincin itu ke jari kamu, kamu tersenyum, mungkin waktu itu kamu sangat bahagia, mungkin itu waktu paling membahagiakan kamu selama kenal aku.
Masih pkl 20.29 gantian mama kamu memasangkan cincin itu di jari ku, aku hanya tersunyum karena keluargaku pada ngeledek aku.
Pkl 20.33 kita bedua telah memakai cincin itu, berjalan di depan para tamu, mungkin saat itu kita sangat bahagia,mungkin juga sangat bangga.
Kilatan lampu kamera CANNON Demblo tak henti-hentinya membidik kita.
Kini tanggal 02 Juni 2009,
dua tahun sudah kisah itu berlalu, kamu pun ikut hilang.
Hilang bersama impian-impian kita dulu, musnah bersama harapan-harapan kita yang lalu, berlalu dengan kepergianmu kuliah di Jogyakarta.
Ya cerita itu berlalu, tokoh pun di gantikan oleh seseorang yang kini ”merajai hati kamu”.
Alur ceritapun kini berubah, perjalanan kinipun harus terhenti di persimpangan, dan sekenario yang telah kita bikinpun harus ikut berganti.
Semua tinggal kenangan....
Kamu telah pergi.....
Hanya nama kamu yang belum bisa terhapus dalam lubuk hati ini....
Bayangan kamu yang terus menghantui aku, membuat aku merasa takut dengan kesepian ini.....
Kamu sekarang hanya bisa di pandang dari foto waktu itu....
Lukir permainan caturpun harus terjadi, posisiku pun harus tergantikan...
Harus selalu ada Pion yang di korbankan untuk Sang Ratu!!!
”waktu kan berlalu, tapi tidak cintaku, ia mau menunggu untukmu...untukmu.....”
( Aku Milikmu, Lirik&lagu: Pongki, Vokal: Iwan Fals)
Mei, ya kamu libur karena kamu habis Unjian Nasional, kamu pergi ke Jakarta ke tempat mami kamu. Semua rencana terjadi di Patal Senayan itu, aku, kamu, mami, juga papa kamu.
Aku ama kamu pergi ke kostku di Tanjung Priuk, lalu tak tinggal kerja, pulang kerja kita mampir makan di KFC Ramayana Semper, lalu kita ke Pasar Kebayoran Lama. Ya tujuan kita waktu itu ke sebuah toko emas, kita pilih2, akhirnya cocok, sepasang cincin itu pun terbeli.
Tanggal 02 Juni 2007 pukul 19.34 WIB romongan keluargaku sampai di rumah kamu,di sambut orang tua dan keluarga kamu. Berbagai sambutan dari pihak keluargaku juga keluargamu di ucapkan di depan para tamu yang waktu itu memang datang sabagai saksi.
Pkl 20.28 WIB cincin itu diserahkan dari pihakku ke pihak kamu.
Pkl 20.29 WIB, ibuku memasankan cincin itu ke jari kamu, kamu tersenyum, mungkin waktu itu kamu sangat bahagia, mungkin itu waktu paling membahagiakan kamu selama kenal aku.
Masih pkl 20.29 gantian mama kamu memasangkan cincin itu di jari ku, aku hanya tersunyum karena keluargaku pada ngeledek aku.
Pkl 20.33 kita bedua telah memakai cincin itu, berjalan di depan para tamu, mungkin saat itu kita sangat bahagia,mungkin juga sangat bangga.
Kilatan lampu kamera CANNON Demblo tak henti-hentinya membidik kita.
Kini tanggal 02 Juni 2009,
dua tahun sudah kisah itu berlalu, kamu pun ikut hilang.
Hilang bersama impian-impian kita dulu, musnah bersama harapan-harapan kita yang lalu, berlalu dengan kepergianmu kuliah di Jogyakarta.
Ya cerita itu berlalu, tokoh pun di gantikan oleh seseorang yang kini ”merajai hati kamu”.
Alur ceritapun kini berubah, perjalanan kinipun harus terhenti di persimpangan, dan sekenario yang telah kita bikinpun harus ikut berganti.
Semua tinggal kenangan....
Kamu telah pergi.....
Hanya nama kamu yang belum bisa terhapus dalam lubuk hati ini....
Bayangan kamu yang terus menghantui aku, membuat aku merasa takut dengan kesepian ini.....
Kamu sekarang hanya bisa di pandang dari foto waktu itu....
Lukir permainan caturpun harus terjadi, posisiku pun harus tergantikan...
Harus selalu ada Pion yang di korbankan untuk Sang Ratu!!!
”waktu kan berlalu, tapi tidak cintaku, ia mau menunggu untukmu...untukmu.....”
( Aku Milikmu, Lirik&lagu: Pongki, Vokal: Iwan Fals)
Langganan:
Postingan (Atom)
+of+DSC00946.jpg)