Victa menerima lamaranku
Waktu pulang dan mapir ke rumah Victa aku sempat ngasih bingkisan kado buat Victa yang isinya cincin perak, rosario, pakaian bayi, da buku yang isinya SMS-nya Victa. Tapi sayang cincinnya Cuma muat di pakai di kelingking.
Lalu tanggal 27 Juni 2005 ; 19:38:35 Victa SMS aku ”...Ghit aq bersedia jadi calon istrimu, aq juga bersedia jadi ”ibu” buat si kecilmu Aq menerima sgala keterbatasan, kekurangan & kelebihanmu! Walau aq gak pakai cincin itu aq sudah terikat ama kamu apalagi kita udah kayak gitu!”
Tuhan Yesus, terima kasih ternyata Victa menerima lamaranku,Victa bersedia jadi calon istriku.
Tuhan Yesus, semoga aku dan Victa nantinya benar-benar kau persatukan menjadi suami istri, agar kami berdua bisa tetapsaling mencintai untuk selamanya dan dapat hidup bersatu membangun suatu rumah tangga dalam hidup berkeluarga!
Tuhan Yesus, semoga aku dan Victa tetap bisa saling menerima segala kekurangan-kekurangan kami.
Tuhan Yesus, berkatilah selalu hubungan kami, jauhkanlah kami dari segala sesuatu yang dapat memisahkan kami, persatukanlah kami dalam Kasih-Mu yang kekal dan abadi!
Pasuruhan,
28 Juni 2005 ; 20:53 WIB
Sabtu, 27 Juni 2009
Jumat, 26 Juni 2009
26 Juni 2005 ( 5 Tahun lalu)
Aku Pulang dan Ketemu Victa
Sabtu tanggal 25 Juni 2005 aku pulang sama robet dari pabrik pukul 16.00 sampai Jogja pkl 01.00 dinihari, terus makan borjo lalu aku jalan ke tempat Mbak Erna sampai tempat mbak Erna Pkl 2.15 terus pulang, kerena motorku kempes bannya baru bisa pulang dari rumah Mbak Erna pkl 30.30 terus mampir ke Sendang Ngijo dulu lalu doa sebentar terus langsung ke rumah Victa pkl 04.30, aku telp Victa, lalu Victa keluar dari kamar lewat jendela lalu kami ngobrol di depan rumah Victa sampai 05.30 , terus pulang.
Victa datang ke rumah pukul 07.15,lalu kami ngobrol2 dan akhirnya kami ”melepaskan rindu’ kami. Victa pakai celana jeans warna hitam, jaket gantung pink, kaos putih dan bra warna putih juga. Dihari minggu (26062005) ini pula Victa mulai berani buka baju dan melepas BRA-nya. Lalu kami..xxxxx (maaf kalimat berikut terpaksa di sensor) xxxxxxxx. Lalu Victa pulang pukul 13.40.
Sorenya sekitar pukul 16.00 Victa datang lagi kerumah, Victa pakai celana jeans hitam, baju warna ungu krem, dan jaket jeans biru. Setelah datang Victa sempat salaman dan ngobrol sama bapakku di teras, lalu au suruh Victa masuk kamar. Aku dan Victa cerita, lalu Victa dan aku tiduran di bawah dan kami kembali ’bercumbu’ melepaskan kangen kami selama ini, lalu tiba2 ibuku memanggil dan kami keluar, terus cerit adi mess sambil menunggu motorku yang di pakai Robet. Akhirnya Victa tak suruh pulang dulu pukul 19.20. Sebelum pulang Victa sempat memberikan bra yang di pakainya siang itu. Aku balik ke Pasuruhan berangkat dari rumah pukul 20.10.
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mendengarkan curhatku, Engkau telah pertemukan kembali aku dengan Victa.
Tuhan Yesus, terimakasih ternyata Victa masih sayang sama aku.
Tuhan Yesus, kami telah melakukan hal ’seperti itu’, kami melakukannya karena sayang.
Tuhan Yesus, Engkau ternyata masih setia mengabulkan doa-doaku.
Tuhan Yesus, bimbing dan tuntunlah aku dan Victa agar tetap saling mencintai, semoga Victa tetap mau menerima dan mencintaiku.
Tuhan Yesus, Terima kasih atas segala CINTA, KASIH, dan kebahagiaan yang Engkau berikan kepadaku.
Pasuruhan,
27 Juni 2005 ; 20;26
Sabtu tanggal 25 Juni 2005 aku pulang sama robet dari pabrik pukul 16.00 sampai Jogja pkl 01.00 dinihari, terus makan borjo lalu aku jalan ke tempat Mbak Erna sampai tempat mbak Erna Pkl 2.15 terus pulang, kerena motorku kempes bannya baru bisa pulang dari rumah Mbak Erna pkl 30.30 terus mampir ke Sendang Ngijo dulu lalu doa sebentar terus langsung ke rumah Victa pkl 04.30, aku telp Victa, lalu Victa keluar dari kamar lewat jendela lalu kami ngobrol di depan rumah Victa sampai 05.30 , terus pulang.
Victa datang ke rumah pukul 07.15,lalu kami ngobrol2 dan akhirnya kami ”melepaskan rindu’ kami. Victa pakai celana jeans warna hitam, jaket gantung pink, kaos putih dan bra warna putih juga. Dihari minggu (26062005) ini pula Victa mulai berani buka baju dan melepas BRA-nya. Lalu kami..xxxxx (maaf kalimat berikut terpaksa di sensor) xxxxxxxx. Lalu Victa pulang pukul 13.40.
Sorenya sekitar pukul 16.00 Victa datang lagi kerumah, Victa pakai celana jeans hitam, baju warna ungu krem, dan jaket jeans biru. Setelah datang Victa sempat salaman dan ngobrol sama bapakku di teras, lalu au suruh Victa masuk kamar. Aku dan Victa cerita, lalu Victa dan aku tiduran di bawah dan kami kembali ’bercumbu’ melepaskan kangen kami selama ini, lalu tiba2 ibuku memanggil dan kami keluar, terus cerit adi mess sambil menunggu motorku yang di pakai Robet. Akhirnya Victa tak suruh pulang dulu pukul 19.20. Sebelum pulang Victa sempat memberikan bra yang di pakainya siang itu. Aku balik ke Pasuruhan berangkat dari rumah pukul 20.10.
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah mendengarkan curhatku, Engkau telah pertemukan kembali aku dengan Victa.
Tuhan Yesus, terimakasih ternyata Victa masih sayang sama aku.
Tuhan Yesus, kami telah melakukan hal ’seperti itu’, kami melakukannya karena sayang.
Tuhan Yesus, Engkau ternyata masih setia mengabulkan doa-doaku.
Tuhan Yesus, bimbing dan tuntunlah aku dan Victa agar tetap saling mencintai, semoga Victa tetap mau menerima dan mencintaiku.
Tuhan Yesus, Terima kasih atas segala CINTA, KASIH, dan kebahagiaan yang Engkau berikan kepadaku.
Pasuruhan,
27 Juni 2005 ; 20;26
Selasa, 23 Juni 2009
Akanah juga akan seperti itu????
Ya tanggal 23 Juni-pun berlalu, tetapi ketakutan dan kekhawatiran yang terjadi di hari itu masih belum juga mau berlalu.
Hingar bingar orang yang berpesta terdengar jelas hingga dalam kamarku, kerasnya Bang Iwan menyanyi di radioku pun kalah. Orang-orang sibuk mempersiapkan hari kemerdekaan bagi "Sang Penghianat" itu.
Altar pun beraroma wewangian bunga, dan gemuruhnya nada pujian, pujian kepada siapa aku gak tau! gaun panjang itupun setia mengikuti 'tuan'nya yang berjalan ke depan, bola mata semua tertuju kepada sang permaisuri dan pangeran baru itu. Mulut pun mulai komat-kamit di depan Meja Putih itu, berucap mantra untuk keabadian kisah mereka. Sumber mata air pun bermunculan seketika di antara bola mata mereka, tangis haru. Diluar sana air mata mengalir dengan derasnya mencoba menghanyutkan masa lalu itu, kisah yang telah mengkristal jadi karang itupun tegar tak goyah oleh derasnya air mata, tetap di dalam hati dan tak akan bisa hanyut dan tergoyahkan, menjadi Dongeng Abadi.
Kilauan cahayapun tak henti-hentinya bersinar bagai kilat, sang fotograferpun tersenyum "kisah mereka membuat dapurku tetap ngebul!". Kini semua sudah usai.....
Aku yang hanya bisa menunggu hingga Dongeng itupun terjadi dalam kehidupanku, menunggu dengan cemas, seolah menanti Malaikat Maut yang tidak pernah tau kapan akan datang menjemput.
Terlintas jatuhnya air hujan dari mata sang Bunda dan Bapa yang kecewa terhadap perjalanan Puteranya....
Terbayang ASMARAGAMA Sang Pangeran baru, seperti asmaragama'ku dengan sang permaisuri dulu, ya dulu waktu masih dalam satu "Kerajaan Cinta", berpeluh, terhempas, kembali ber'satu' seakan waktu tak akan pernah cukup untuk berdua.
Terngiang jeritan SANG PUTRI yang tengah menahan gelora asmara
Terlintas kembali 'Bumi yang berguncang' ketika Sang Bidadari menumpahkan 'amarah cintanya', sungguh DAHSYAT seakan mampu meruntuhkan langit !
Dingin seperti Raga Sang Hawa yang terlelap pulas setelah memenangkan pertempuran yang beulangkali melawan 'geloranya', peluh air kehidupan merembas deras dari sang Raga, hembusan nafas pelan keluar dari mulut yang sedari tadi 'mendesah' menghantarkan jeritan Sang Jiwa yang sedang melayang menghantarkan Sang Jiwa menuju Sorga'nya dunia.
Terlelap setelah menumpaskan peparangannya, sirna semua gelora yang sedari tadi tertahan, hanya Sang Raga dan Sang Jiwa, tak ada sedikitpun yang tertinggal, suci benar-benar hanya sang Raga itu. Semua perlengkapan perangpun telah di hempaskannya.
Raga Sang Hawa yang tergolek di samping Sang Adam, Jiwa mereka masih menikmati Sorga dunia yang masih tersisa hingga jeritan Sang Unggas Pejantan pun membangunkan mereka, bangun! Ternyata ini kenyataan bukan sekedar mimpi.
Aroma wangi Raga Sang Dewi pun yang telah usai berperang masih merebak, tercium hingga sekarang. Aroma puspa yang selalu hadir menemani setiap pertempurannya.
Terlelap.... terus terlelap....
Hingga kisahpun harus hilang dengan sendirinya.....
kini, aku tinggal menunggu
menunggu orang bersorak - sorai...
Menunggu mereka berpesta merayakan kemenangannya...
Kemenangan atas hatiku, yang telah di hancurkannya....
Kini tinggal menunggu Sang Khalik berucap Mukjizat
agar aku bisa bersanding kembali bersama Sang Permaisuri itu....
Atau aku akan berkisah serupa dengan "Si Burung Pinguin" yang sendiri di kutub menahan dingin dan sepinya hidup.....
Hingar bingar orang yang berpesta terdengar jelas hingga dalam kamarku, kerasnya Bang Iwan menyanyi di radioku pun kalah. Orang-orang sibuk mempersiapkan hari kemerdekaan bagi "Sang Penghianat" itu.
Altar pun beraroma wewangian bunga, dan gemuruhnya nada pujian, pujian kepada siapa aku gak tau! gaun panjang itupun setia mengikuti 'tuan'nya yang berjalan ke depan, bola mata semua tertuju kepada sang permaisuri dan pangeran baru itu. Mulut pun mulai komat-kamit di depan Meja Putih itu, berucap mantra untuk keabadian kisah mereka. Sumber mata air pun bermunculan seketika di antara bola mata mereka, tangis haru. Diluar sana air mata mengalir dengan derasnya mencoba menghanyutkan masa lalu itu, kisah yang telah mengkristal jadi karang itupun tegar tak goyah oleh derasnya air mata, tetap di dalam hati dan tak akan bisa hanyut dan tergoyahkan, menjadi Dongeng Abadi.
Kilauan cahayapun tak henti-hentinya bersinar bagai kilat, sang fotograferpun tersenyum "kisah mereka membuat dapurku tetap ngebul!". Kini semua sudah usai.....
Aku yang hanya bisa menunggu hingga Dongeng itupun terjadi dalam kehidupanku, menunggu dengan cemas, seolah menanti Malaikat Maut yang tidak pernah tau kapan akan datang menjemput.
Terlintas jatuhnya air hujan dari mata sang Bunda dan Bapa yang kecewa terhadap perjalanan Puteranya....
Terbayang ASMARAGAMA Sang Pangeran baru, seperti asmaragama'ku dengan sang permaisuri dulu, ya dulu waktu masih dalam satu "Kerajaan Cinta", berpeluh, terhempas, kembali ber'satu' seakan waktu tak akan pernah cukup untuk berdua.
Terngiang jeritan SANG PUTRI yang tengah menahan gelora asmara
Terlintas kembali 'Bumi yang berguncang' ketika Sang Bidadari menumpahkan 'amarah cintanya', sungguh DAHSYAT seakan mampu meruntuhkan langit !
Dingin seperti Raga Sang Hawa yang terlelap pulas setelah memenangkan pertempuran yang beulangkali melawan 'geloranya', peluh air kehidupan merembas deras dari sang Raga, hembusan nafas pelan keluar dari mulut yang sedari tadi 'mendesah' menghantarkan jeritan Sang Jiwa yang sedang melayang menghantarkan Sang Jiwa menuju Sorga'nya dunia.
Terlelap setelah menumpaskan peparangannya, sirna semua gelora yang sedari tadi tertahan, hanya Sang Raga dan Sang Jiwa, tak ada sedikitpun yang tertinggal, suci benar-benar hanya sang Raga itu. Semua perlengkapan perangpun telah di hempaskannya.
Raga Sang Hawa yang tergolek di samping Sang Adam, Jiwa mereka masih menikmati Sorga dunia yang masih tersisa hingga jeritan Sang Unggas Pejantan pun membangunkan mereka, bangun! Ternyata ini kenyataan bukan sekedar mimpi.
Aroma wangi Raga Sang Dewi pun yang telah usai berperang masih merebak, tercium hingga sekarang. Aroma puspa yang selalu hadir menemani setiap pertempurannya.
Terlelap.... terus terlelap....
Hingga kisahpun harus hilang dengan sendirinya.....
kini, aku tinggal menunggu
menunggu orang bersorak - sorai...
Menunggu mereka berpesta merayakan kemenangannya...
Kemenangan atas hatiku, yang telah di hancurkannya....
Kini tinggal menunggu Sang Khalik berucap Mukjizat
agar aku bisa bersanding kembali bersama Sang Permaisuri itu....
Atau aku akan berkisah serupa dengan "Si Burung Pinguin" yang sendiri di kutub menahan dingin dan sepinya hidup.....
Jumat, 19 Juni 2009
MISTERI.....
Tata! Kadang keliatan dekil. Ya tomboy, dan sangat GOTHICK! Pakai celana pensil kotak-kotak, kaos hitam, bergambar underground, rambut selalu di kucir, tas cangklong kotak2 juga kayak papan catur, sandaljepit, sekilas sangat biasa dan seolah tidak ada yang istimewa....
Tapi entah mengapa temenku bilang " gak mungkin jaraknya sangat jauh, beda keyakinan..."
Keyakinan? Agama? Tuhan? Entah kenapa aku kadang gak mengerti, kadang gak yakin, tapi kenapa aku sangat percaya dan masih asaj berhapar pada-Nya!
Tuhan, katanya Maha Esa, SATU!
Tetapi kadang aku juga heran, kenapa ada banyak sekali keyakinan, banyak sekali agama?
Apa sebenarnya macam-macam keyakinan atau agama itu kalau tujuannya hanya satu???
Kenapa semua itu hanya menjadi kendala saja? Kenapa semua itu hanya pemisah saja? Tuhan, sebenarnya siapa Engkau ini? Kenapa harus ada jalan yang berbeda2, kenapa harus banyak keyakinan, kenapa ada bermacam-macam agama untuk mengenal Engkau???
Kenapa masih saja terdengar kata2 "Maaf kita lain agama!", "gak mungkin keyakinan kita beda!", "Mustahil karena Tuhan kita gak sama!"
Kenapa manusia seakan menjadi terpecah oleh kata yang bernama "agama", oleh sebutan "keyakinan"???
Bukankan kita semua sama, kita sama-sama ciptaan-Nya???
Kenapa misteri ini begitu lama tidak terpecahkan?
Cinta, benci, jarak? apakah itu bagian dari Misteri ini?
Bernarkan ini kenyataan atau hanya sebatas MISTERI saja?
Tapi entah mengapa temenku bilang " gak mungkin jaraknya sangat jauh, beda keyakinan..."
Keyakinan? Agama? Tuhan? Entah kenapa aku kadang gak mengerti, kadang gak yakin, tapi kenapa aku sangat percaya dan masih asaj berhapar pada-Nya!
Tuhan, katanya Maha Esa, SATU!
Tetapi kadang aku juga heran, kenapa ada banyak sekali keyakinan, banyak sekali agama?
Apa sebenarnya macam-macam keyakinan atau agama itu kalau tujuannya hanya satu???
Kenapa semua itu hanya menjadi kendala saja? Kenapa semua itu hanya pemisah saja? Tuhan, sebenarnya siapa Engkau ini? Kenapa harus ada jalan yang berbeda2, kenapa harus banyak keyakinan, kenapa ada bermacam-macam agama untuk mengenal Engkau???
Kenapa masih saja terdengar kata2 "Maaf kita lain agama!", "gak mungkin keyakinan kita beda!", "Mustahil karena Tuhan kita gak sama!"
Kenapa manusia seakan menjadi terpecah oleh kata yang bernama "agama", oleh sebutan "keyakinan"???
Bukankan kita semua sama, kita sama-sama ciptaan-Nya???
Kenapa misteri ini begitu lama tidak terpecahkan?
Cinta, benci, jarak? apakah itu bagian dari Misteri ini?
Bernarkan ini kenyataan atau hanya sebatas MISTERI saja?
Senin, 15 Juni 2009
Belajar merelakan...
kadang sangat terasa tidak mungkin....
5 tahun sudah kisah itu terjadi dan berjalan....
ya memang banyak rintangan yang harus di lalui,dulu merasa sama2 yakin akan mampu.
Hingga 2 tahun lebih tunangan itu berjalan walau akhirnya sis-sia...
Sedikit dan demi sedikit hingga 21 juta lebih rupiah itu pun mengalir...
Motor SUPRA-ku juga harus ikut mengalir bersama rupian itu,mengalir entah bermuara dimana dan untuk siapa??? Aku tak tau, aku tak pernah ikut merasakan sedikitpun!
Ya memang aku harus belajar untuk merelakan.
Merelakan ia meninggalkan aku...
Merelakan ia memilih orang lain...
Merelakan ia untuk di miliki orang lain....
Merelakan apa yang aku perjuangkan selama ini sia-sia....
Merelakan keringat hasil kerjaku,hilang tak tersisa.....
Merelakan "sarana kuliah & kerjaku" tergadai....
Merelakan satu-satunya pemberian orang tauku yang tersisa ikut hilang...
Rela mendengar cacian dan orang yang tertawa lantang mendengar kisahku ni....
Rela menahat sakit yang gak tau sampai kapan bisa sembuh....
Menyesal dan terus berharap walau tidak akan mengembaikan yang sudah berlalu
Mencoba berserah pada TUHAN!
Tuhan, ya aku percaya tapi kenapa juga aku sering sangat ragu pada-Nya!
Apa Dia yang Maha Kasih membuat Rencana yang memang begitu, atau memang itu benar2 karena keserakahan seseorang.
TUHAN, ya aku belum pernah melihatnya, aku belum pernah ketemu!
'Dia' apakah benar yang tau segalanya, yang mengatur segalanya?
'Dia' apakah benar sangat menyayangi umat-Nya?
'Dia'apakah hanya sebatas cerita saja?
Tapi kenapa aku selalu takut setiap mendengar nama-Nya???
Kenapa aku masih selalu datang dan terus berhapar pada-Nya???
Tuhan, Siapakah Engkau sebenarnya? Dimana aku bisa menemui_Mu?
Apakah benar yang tertulis dalam syair lagu itu
"Jangan salahkan kecewa kami, bosan dalam irama takdir-Mu!"
"Bukankan Engkau Maha Tau, Pengasih,Penyayang, tapi mengapa selalu saja itu hanya cerita. hai Tuhan tolong buktikan! hai Tuhan dengar rintihan!"
ya kecewa, malu, putus asa jelas akan ada dan gak tau akan sampai kapan. ya memang aku harus BELAJAR MERELAKAN....
5 tahun sudah kisah itu terjadi dan berjalan....
ya memang banyak rintangan yang harus di lalui,dulu merasa sama2 yakin akan mampu.
Hingga 2 tahun lebih tunangan itu berjalan walau akhirnya sis-sia...
Sedikit dan demi sedikit hingga 21 juta lebih rupiah itu pun mengalir...
Motor SUPRA-ku juga harus ikut mengalir bersama rupian itu,mengalir entah bermuara dimana dan untuk siapa??? Aku tak tau, aku tak pernah ikut merasakan sedikitpun!
Ya memang aku harus belajar untuk merelakan.
Merelakan ia meninggalkan aku...
Merelakan ia memilih orang lain...
Merelakan ia untuk di miliki orang lain....
Merelakan apa yang aku perjuangkan selama ini sia-sia....
Merelakan keringat hasil kerjaku,hilang tak tersisa.....
Merelakan "sarana kuliah & kerjaku" tergadai....
Merelakan satu-satunya pemberian orang tauku yang tersisa ikut hilang...
Rela mendengar cacian dan orang yang tertawa lantang mendengar kisahku ni....
Rela menahat sakit yang gak tau sampai kapan bisa sembuh....
Menyesal dan terus berharap walau tidak akan mengembaikan yang sudah berlalu
Mencoba berserah pada TUHAN!
Tuhan, ya aku percaya tapi kenapa juga aku sering sangat ragu pada-Nya!
Apa Dia yang Maha Kasih membuat Rencana yang memang begitu, atau memang itu benar2 karena keserakahan seseorang.
TUHAN, ya aku belum pernah melihatnya, aku belum pernah ketemu!
'Dia' apakah benar yang tau segalanya, yang mengatur segalanya?
'Dia' apakah benar sangat menyayangi umat-Nya?
'Dia'apakah hanya sebatas cerita saja?
Tapi kenapa aku selalu takut setiap mendengar nama-Nya???
Kenapa aku masih selalu datang dan terus berhapar pada-Nya???
Tuhan, Siapakah Engkau sebenarnya? Dimana aku bisa menemui_Mu?
Apakah benar yang tertulis dalam syair lagu itu
"Jangan salahkan kecewa kami, bosan dalam irama takdir-Mu!"
"Bukankan Engkau Maha Tau, Pengasih,Penyayang, tapi mengapa selalu saja itu hanya cerita. hai Tuhan tolong buktikan! hai Tuhan dengar rintihan!"
ya kecewa, malu, putus asa jelas akan ada dan gak tau akan sampai kapan. ya memang aku harus BELAJAR MERELAKAN....
Rabu, 10 Juni 2009
ANCCUURRRRR......
Namamu selalu kubisiki
Dalam tidurku, dalam mimpiku setiap malam
Hangat tubuhmu melekat di kulitku
Beribu peluk…..
beribu cium….
Kita lalui
Tapi kau kabur dengan duda anak tiga pilihat ibumu
Hatiku hancur……
Berserakan……
Berhamburan……
kayak jeroannya binatang
Ya…sudah kumenangis seadanya sekuat tenaga
Ya udahlah.....
Kau memang SETAN ALAS
Gak punya PERASAAN...
HANCUUUUURRRRRRRRRR......
Doaku di akad nikahmu
Semoga si duda di racun orang
biar terus mampus !!!!!!!!!!
Dalam tidurku, dalam mimpiku setiap malam
Hangat tubuhmu melekat di kulitku
Beribu peluk…..
beribu cium….
Kita lalui
Tapi kau kabur dengan duda anak tiga pilihat ibumu
Hatiku hancur……
Berserakan……
Berhamburan……
kayak jeroannya binatang
Ya…sudah kumenangis seadanya sekuat tenaga
Ya udahlah.....
Kau memang SETAN ALAS
Gak punya PERASAAN...
HANCUUUUURRRRRRRRRR......
Doaku di akad nikahmu
Semoga si duda di racun orang
biar terus mampus !!!!!!!!!!
Selasa, 09 Juni 2009
ternyata bukan dia, dan bukan ia juga!
ya ternyata bukan dia ( S ) atau ia ( T ). gak tau entah siapa nantinya seseorang itu??? dan kapan waktunya pun aku juga gak tau....
Senin, 08 Juni 2009
9 Juni hari ulang tahun ku
ya sekarang hari ulang tahunku, gak banyak yang bisa aku lakukan selain hanya berdoa dan memohon pada-Nya
Senin, 01 Juni 2009
"......"
Sendiri, sendiri, selalu sendiri
Mencari, mencari, selalu mencari
Pada ruang, pada waktu aku sudah datang
Bertanya, bertanya, selalu bertanya
(Lirik, lagu, vokal: Iwan Fals)
Mencari, mencari, selalu mencari
Pada ruang, pada waktu aku sudah datang
Bertanya, bertanya, selalu bertanya
(Lirik, lagu, vokal: Iwan Fals)
02 Juni 2007 - 02 Juni 2009
Semua berawal dari pertemuan malam paskah 2005 itu. Mimpi dan harapan semua terukir dengan indah waktu itu.
Mei, ya kamu libur karena kamu habis Unjian Nasional, kamu pergi ke Jakarta ke tempat mami kamu. Semua rencana terjadi di Patal Senayan itu, aku, kamu, mami, juga papa kamu.
Aku ama kamu pergi ke kostku di Tanjung Priuk, lalu tak tinggal kerja, pulang kerja kita mampir makan di KFC Ramayana Semper, lalu kita ke Pasar Kebayoran Lama. Ya tujuan kita waktu itu ke sebuah toko emas, kita pilih2, akhirnya cocok, sepasang cincin itu pun terbeli.
Tanggal 02 Juni 2007 pukul 19.34 WIB romongan keluargaku sampai di rumah kamu,di sambut orang tua dan keluarga kamu. Berbagai sambutan dari pihak keluargaku juga keluargamu di ucapkan di depan para tamu yang waktu itu memang datang sabagai saksi.
Pkl 20.28 WIB cincin itu diserahkan dari pihakku ke pihak kamu.
Pkl 20.29 WIB, ibuku memasankan cincin itu ke jari kamu, kamu tersenyum, mungkin waktu itu kamu sangat bahagia, mungkin itu waktu paling membahagiakan kamu selama kenal aku.
Masih pkl 20.29 gantian mama kamu memasangkan cincin itu di jari ku, aku hanya tersunyum karena keluargaku pada ngeledek aku.
Pkl 20.33 kita bedua telah memakai cincin itu, berjalan di depan para tamu, mungkin saat itu kita sangat bahagia,mungkin juga sangat bangga.
Kilatan lampu kamera CANNON Demblo tak henti-hentinya membidik kita.
Kini tanggal 02 Juni 2009,
dua tahun sudah kisah itu berlalu, kamu pun ikut hilang.
Hilang bersama impian-impian kita dulu, musnah bersama harapan-harapan kita yang lalu, berlalu dengan kepergianmu kuliah di Jogyakarta.
Ya cerita itu berlalu, tokoh pun di gantikan oleh seseorang yang kini ”merajai hati kamu”.
Alur ceritapun kini berubah, perjalanan kinipun harus terhenti di persimpangan, dan sekenario yang telah kita bikinpun harus ikut berganti.
Semua tinggal kenangan....
Kamu telah pergi.....
Hanya nama kamu yang belum bisa terhapus dalam lubuk hati ini....
Bayangan kamu yang terus menghantui aku, membuat aku merasa takut dengan kesepian ini.....
Kamu sekarang hanya bisa di pandang dari foto waktu itu....
Lukir permainan caturpun harus terjadi, posisiku pun harus tergantikan...
Harus selalu ada Pion yang di korbankan untuk Sang Ratu!!!
”waktu kan berlalu, tapi tidak cintaku, ia mau menunggu untukmu...untukmu.....”
( Aku Milikmu, Lirik&lagu: Pongki, Vokal: Iwan Fals)
Mei, ya kamu libur karena kamu habis Unjian Nasional, kamu pergi ke Jakarta ke tempat mami kamu. Semua rencana terjadi di Patal Senayan itu, aku, kamu, mami, juga papa kamu.
Aku ama kamu pergi ke kostku di Tanjung Priuk, lalu tak tinggal kerja, pulang kerja kita mampir makan di KFC Ramayana Semper, lalu kita ke Pasar Kebayoran Lama. Ya tujuan kita waktu itu ke sebuah toko emas, kita pilih2, akhirnya cocok, sepasang cincin itu pun terbeli.
Tanggal 02 Juni 2007 pukul 19.34 WIB romongan keluargaku sampai di rumah kamu,di sambut orang tua dan keluarga kamu. Berbagai sambutan dari pihak keluargaku juga keluargamu di ucapkan di depan para tamu yang waktu itu memang datang sabagai saksi.
Pkl 20.28 WIB cincin itu diserahkan dari pihakku ke pihak kamu.
Pkl 20.29 WIB, ibuku memasankan cincin itu ke jari kamu, kamu tersenyum, mungkin waktu itu kamu sangat bahagia, mungkin itu waktu paling membahagiakan kamu selama kenal aku.
Masih pkl 20.29 gantian mama kamu memasangkan cincin itu di jari ku, aku hanya tersunyum karena keluargaku pada ngeledek aku.
Pkl 20.33 kita bedua telah memakai cincin itu, berjalan di depan para tamu, mungkin saat itu kita sangat bahagia,mungkin juga sangat bangga.
Kilatan lampu kamera CANNON Demblo tak henti-hentinya membidik kita.
Kini tanggal 02 Juni 2009,
dua tahun sudah kisah itu berlalu, kamu pun ikut hilang.
Hilang bersama impian-impian kita dulu, musnah bersama harapan-harapan kita yang lalu, berlalu dengan kepergianmu kuliah di Jogyakarta.
Ya cerita itu berlalu, tokoh pun di gantikan oleh seseorang yang kini ”merajai hati kamu”.
Alur ceritapun kini berubah, perjalanan kinipun harus terhenti di persimpangan, dan sekenario yang telah kita bikinpun harus ikut berganti.
Semua tinggal kenangan....
Kamu telah pergi.....
Hanya nama kamu yang belum bisa terhapus dalam lubuk hati ini....
Bayangan kamu yang terus menghantui aku, membuat aku merasa takut dengan kesepian ini.....
Kamu sekarang hanya bisa di pandang dari foto waktu itu....
Lukir permainan caturpun harus terjadi, posisiku pun harus tergantikan...
Harus selalu ada Pion yang di korbankan untuk Sang Ratu!!!
”waktu kan berlalu, tapi tidak cintaku, ia mau menunggu untukmu...untukmu.....”
( Aku Milikmu, Lirik&lagu: Pongki, Vokal: Iwan Fals)
Langganan:
Postingan (Atom)
+of+DSC00946.jpg)