Kamis, 09 Desember 2010

Vic, Selamat Ulang Tahun ke 21


Tuhan, kini 21 tahun sudah usianya.
Tuhan, walau kini aku tidak lagi bersamanya, tapi setidaknya Engkau telah memberiku saat-saat yang indah bersamanya selama 5 tahun.
Walau kini dia bukan lagi milikku, tapi aku sampai saat ini masih sangat mencitainya seperti dulu.
Tuhan, aku tau dia bukan orang yang akan mendampingi aku, aku juga tau dia bukan orang yang akan Enkau berikan untuk aku. Karena terlalu banyak perbedaan yang ada di antara kami, perbedaan yang akhirnya tidak bisa menyatukan kami, dan perbedaan yang akhirnya memisahkan kami.
Tuhan, kenapa sampai saat ini Engkau belum memberikan orang seperti dia, orang yang dulu sangat mencintai aku, dan juga orang yang sangat aku cintai, seiman.
Kini beberapa orang hadir tetapi entah kenapa selalu ada perbedaan, ketidakcocokan, jarak yang terlalu jauh, hingga keyakinan yang berbeda.
Tuhan, hanya dia orang yang mampu mendkatkan aku kepada Engkau, dulu aku selalu datang kepada Engkau.
Tuhan, kini dia tidak bersamaku lagi, walau aku tau ini juga karena kesalahanku tapi entah mengapa kadang aku juga selalu menyalahkan Engkau, kenapa perjalanan kami dulu begitu berat.
Vic, terimakasih atas kebersamaan yang telah ada di antara kita, terima kasih atas segala cinta yang begitu tulus yang pernah engkau berikan kepada aku.
Vic, aku sangat bahagia, sangat bangga bisa mengenal kamu, bisa dekat, mencintai, dan sempat memiliki kamu.
Vic, aku tau mungkin aku salah, aku terlalu menyalahkan kamu atas apa yang telah terjadi, atas apa yang telah aku alami.
Vic, walaupun kini kamu sudah bersama orang lain, tapi aku masih tetap mencintai kamu seperti dulu.

Tuhan, kini aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Aku hanya bisa minta maaf dan mohon ampun atas segala dosa-dosaku.
Tuhan, aku hanya bisa memohon dan berdoa agar aku bisa kembali memiliki dia lagi, walaupun kadang aku sangat yakin hal itu tidak akan pernah bisa terwujudkan.
Tuhan, sekali lagi terima kasih atas saat yang indah bersamanya, atas segala cinta dan kasih yang pernah kami rasakan berdua bersamanya.

Vic, Selamat Ulang Tahun yang ke 21 ya!
Panjang umur dan semoga Tuhan selalu memberkati kamu !

Jumat, 19 November 2010

mimpi di kejar2 Pak Tri

Lama sudah aku tidak menulis di blog ini.
Tadi pagi aku mimpi aneh sehingga aku ampe terjatuh dari tempat tidurku.
Iya begini awal mimpi itu.
Seingatku aku lagi duduk di deket rumah’e Pak Dhe.
Terus tiba-tiba datang Pak Tri, aku seperti ada rasa ketakutan, aku menutupi
Wajahku dengan jaket lalu aku pergi dengan wajah yg masih aku tutupi
Pake jaket agar Pak Tri tidak mengenali saya.
Tiba2 saya jalan sampai deket rumahe Bayu, Pak Tri sudah ada di belakangku.
Aku ketakutan dan lari sekencang-kencangnya, tapi Pak Tri terus mengejar.
Sampai di belakangnya rumahe Emi, aku melihat Pak Lowrence ( Boss’ku ), aku minta tolong ke Pak Lowrence
Sambil aku bilang “tolong pak, saya gak ngapa2in kok, janji klo boong saya mau keluar” ( keluar kerja )
Pak Tri terus mengejar padahal aku sudah lari sekuat-kuatnya tetep aja Pak Tri mengejar.
Lalu akhirnya Pak Tri berhasil memegang pundakku, lalu aku berkelit, berbalik arah dan….
Gubraakkkkkk….. aku terjatuh dari tempat tidurku dan aku terbangun lalu melihat jam waktu itu
Menunjukkan pkl 05.50 pagi.

Entahlah apa sebenarnya arti mimpi itu, aku tidak tau.
Aku juga tak tau apa hanya sebatas bunga tidur
Pertanda akan terjadi sesuatu
Atau mungkinkah akan terjadi apa2 pada diriku atau Pak Tri ???

Kamis, 10 Juni 2010

2 Tahun, AB 5479 DU



waktu itu sehabis ulang tahunku yang kebetulan jatuh pada tanggal 9 juni 2008
ya waktu itu....
hari malam selasa tanggal 09 Juni 2008
kurang lebih pukul 18:35 WIB
KAMU DUDUK DI PINTU BELAKANG SEBELAH SELATAN
KAMU TERTUNDUK...
KAMU MENANGIS...
MUNGKIN KAMU SAAT ITU MERASA KECEWA...
SAKIT DAN GAK TAU HARUS BERBUAT APA???
VIVI HANYA DUDUK JONGKOK DI BELAKANG KAMU
MEMBELAI-BELAI RAMBUT KAMU
AKU JUGA LIHAT VIVI SEDIKIT
MENGELUARKAN AIR MATA
DI SAAT SEDIH DIA MASIH MENCOBA MENGUATKAN KAMU
"Kak Victa udahlah..."
TERUS, DAN TERUS MENCOBA MENGUATKAN KAMU...
AKU...
HANYA BISA TERDIAM...
DUDUK DI BELAKANGMU, JUGA HANYA BISA TERTUNDUK...
SAKIT DAN SANGAT SEDIH MELIHAT KAMU SEPERTI ITU
DIAM, PASRAH DAN TIDAK BISA BERBUAT APA-APA
AKU MENCOBA MENGUATKAN KAMU
WALAU AKU SENDIRI SAAT ITU SANGAT RAPUH
Kamu bilang "Nak sepisan meneh kedadean sik koyo biyen, aku arep lungo adoh, aku ora arep mulih! Mas, aku kudu ninggalke kowe..." itu kira2 kata yang kamu ucapkan ke aku
ya seperti kamu bilang, kata-kata kita merupakan doa.
malam itu aku pulang...
Tapi aku tidak bisa menolak waktu paginya aku di suruh datang lagi...
ya aku sudah berjanji, dan
"PERKATAAN KITA ADALAH HARGA DIRI KITA"
"saya berjanji,besok sebelum jam 10 sudah saya kembalikan, kamu gak percaya sama saya ???" kata papamu waktu itu.
PAGINYA, HARI SELASA TANGGAL 10 JUNI 2008...
kejadian yang kita khawatirkan terjadi....
AB 5479 DU pun di bawa entah kemana, dan tidak pernah kembali lagi...
ya DOA itu pun terkabul...
KEJADIAN MALAM ITU BENAR2 TERJADI
sama, aku, kamu, vivi hanya bisa diam!!!
kamu bener-bener "pergi" dari rumah...
kamu bener-bener menemukan dunia baru...
dan...
kamu bener-bener ninggalin aku...
3 hari kemudian...
aku pulang...
gak sempet makan...
langsung tertidur sampai pagi...
Tuhan! kenapa harus ada kejadian itu...
Tuhan! begitu banyak doa yang kami panjatkan...
tetapi kenapa doa malam itu yang Engkau kabulkan...
Tuhan! apakah salah keputusanku malam itu...
Apakah dosa kalau kami saling Mencintai...
Tuhan, begitu lama, begitu sakit kami membangun hubungan “kami”
Tetapi, kenapa hanya dalam jangka waktu sekejap semua berlalu….
Ya, aku tau rencana-Mu…
Aku memang tidak pantas memilikinya…
Mungkin ini jalan yang Engkau berikan agar kami saling meninggalkan!!!
Tuhan, tetapi kenapa Engkau pertemukan kami…
Bahkan di malam paskah….
Kalau akhirnya kami hanya akan saling menyakiti….
Ya…. Aku gak pernah tau….
Tuhan! Kenapa semua jadi sia-sia….
Kenapa semua harus hilang…
Tuhan,kenapa….
Kenapa???

KENAPA ? ? ?

Pesan Dikirim:

19 Maret 2009 ; 07:43WIB

Selasa, 01 Juni 2010

3 tahun, 2 Juni 2007 - 2 Juni 2010


Tuhan, kin sudah 3 tahun sudah waktu itu berlalu
waktu di mana aku,'dia', dan keluarga kami sangat bahagia

Tuhan, memang kini yang terjadi tidak sama lagi dengan waktu itu
Waktu yang jelas tidak akan bisa terulang lagi
saat di mana kini aku sudah tidak lagi bisa bersamanya

Tuhan, mungkin aku salah, tapi semua telah terjadi
aku juga tidak tau apakah mungkin suatu saat nanti masih bisa
merasakan waktu seperti saat itu bersama dia
atau memang aku harus kehilangan dia untuk selamanya

Tuhan, kenapa aku merasa Engkau tidak adil
Kenapa kadang aku merasa Engkau meninggalkan aku

Tuhan, waktu 5 tahun buatku adalah waktu yang cukup lama
waktu yang sampai saat ini belum bisa aku hapus

Tuhan, apapun yang telah terjadi, aku tetap bersyukur kepada-Mu
Mungkin kalau saat ini kami masih bersama justru akan tidak baik bagi
kami berdua

terlalu banyak rintangan dan masalah yang kami hadapi
terlalu lama kami menahan dan coba bertahan

Tuhan, kini saat ini tepan 3 tahun semua itu berjalan

Walau sebelumnya aku sudah lama tidak melihat cicin itu di jarinya
Cincin yang telah aku berikan mungkin karena alasan tertentu
cincin itu telah di pergunakan untuk sutau kebutuhan keluarganya

Tuhan, apapun yang akan terjadi aku akan tetap menyimpan cincin itu
aku akan tetap memakainnya hingga suatu saat akan ada orang lain
yang kembali menyematkan cincin lain di jariku

Tuhan, memang sampai saat ini aku belum bisa melupakannya
Sampai saat ini aku masih tetap mencintainya seperti 6 tahun yang lalu

Tuhan, ambillah dia kalau memang dia tidak Engkau berikan untuk aku
Tuhan,kembali aku hanya bisa selalu mohon,berdoa, dan terus berharap kepada-Mu

Tuhan....
Entah apa nanti yang akan terjadi
aku hanya bisa menyerahkan semuanya ke dalam Kuasa_Mu

Tuhan, terima kasih atas waktu 5 tahun itu
dimana aku bisa sangat merasakan kehadiran-Mu dalam cinta dan kasih-Mu

walaupun kini semua telah usai, telah berakhir . . . .

Tuhan Yesus, jangan pernah tinggalkan aku
Kuatkanlah selalu aku !!!

Rabu, 19 Mei 2010

tak ada lagi . . .

ya akhirnya mungkin ini saatnya.....

tak akan ada lagi . . .
perjalanan ke arah selatan itu
datang ke rumah yang ada lapangan bulu tangkisnya
bermain bareng ke pantai
menunggu dan janjian di depan pom bensin

tiada lagi . . .
makan empek-empek sambil memakai helm
makan soto bersama
jalan - jalan pakai Si Biru

biarlah dia kembali
bersama kehidupan dan dirinya
serta orang2 yang mencintainya

terimakasih untuk semua yang telah engkau berikan
Tuhan, terima kasih juga,
walau hanya sebantar
walau hanya sesaat
tapi aku bisa kembali sedikit merasakan apa yang dulu pernah hilang
apa yang sudah lama tidak aku rasakan

Tuhan, semua hanya Engkau yang tau.....

Senin, 26 April 2010

. . . . . .

aku tau ini gak mungkin....
tetapi entah mengapa aku tetap berusaha ???

aku sadar ini gak akan pernah bisa terjadi...
tetapi entah mangapa aku selalu mencoba ???

aku mengerti semua ini akan menyakitkan...
tetapi entah mengapa aku terus saja menjalaninya ???

aku paham semua ini hanya 'fatamorgana' saja...
tetapi mengapa aku selalu ingin membuatnya menjadi nyata ???

dan aku yakin ini tak akan bisa membuatku bersamanya...
Tetapi mengapa juga aku masih berharap untuk bisa memilikinya ???

Kamis, 22 April 2010

entah....


entah apa yang akan aku tulis kali ini....
entah apa yang ingin aku sampaikan....
entah apa yang hendak aku lakukan...

semuanya terasa sia-sia....
semua terasa tak ada gunanya....
semua terasa hanya akan berakhir sama...

mungkinkah pengharapan itu masih ada...
mungkinkan keyakinan ini akan tetap aku pertahankan....
mungkinkah perjuanganku akan aku akhiri saja....

terlalu banyak aku berharap,
terlalu banyak juga yang telah pupus

terlalu sering aku berusaha
terlalu sering pula kegagalan datang menghadang

semakin aku perjuangkan,
kenapa rasanya semakin berat

berat... memang harus aku lalui
waktu...mungkinkah akan terus mampu menunggu
kesempatan... akankah terus datang

entahlah...
kadang terlalu berserah juga menjadi bumerang

kadang terlalu banyak memohon, belum juga terkabulkan

apapun ini memang harus aku jalani

yang selama ini aku rasa sangat mungkin
yang selama ini aku yakin tidak akan mungkin
harus aku jalani....
karena kenyataannya mungkin dan yang tidak mungkin
sangat sulit di lihat...

biarlah semua berjalan
dan apa yang nanti akan terjadi,
entah.....

Senin, 19 April 2010

Bapak, Ibu selamat Ulang Tahun pernikahan yg ke 40


Tuhan, pertama-tama aku mengucap syukur atas ulang tahun perkawinan
yang ke 40 ini.
Tuhan, begitu banyak yang di harapkan orangtuau atas kami
anak-anaknya
Tapi belum ada yang bisa kami berikan.
Tuhan, semoga Engkau tau apa yang selama ini orang tuaku harapkan dari kami
Semoga Engkau membantu agar bisa terkabulkan

Tuhan, entah apa yang terjadi
Entah apa yang ada dalam rencana_Mu
entah apa yang telah kami lakukan
atau entah apa kesalahan atau dosa2 kami
sehingga kami sangat sulit untuk bisa seperti sesamaku

Tuhan, aku selalu hadir
selalu datang kepadaMu
berserah, memohon, dan berdoa kepada-Mu

tapi kembali, kami hnaya bisa berdoa
hanya bisa berusaha
tapi semua kembali kepada kehendak_Mu

Tuhan, aku hanya mohon...
semoga sebelum Engkau panggil mereka ke hadapan_Mu
ijinkan orang tuaku melihat, merasakan
apa yang selama ini mereka harapkan kepada kami anak2nya

menimang cucu...
melihat Mbak Rini berkeluarga...
Merestui saya untuk menikah...

Tuhan, mungkin itu suatu permohonan yang sederhana
tapi entah mengapa itu sangat terasa berat
sangat terasa sulit
tak henti-hentinya aku memohon

Tuhan, apabila waktunya semua itu tiba
dan aku gak bisa melihat orangtuaku bahagia
atas apa yang mereka harapkan selama ini
aku juga hanya bisa berserah kepada_Mu

Bapak.... Ibu...
maafkan atas segala yang terjadi selama ini

Bapak... Ibu...
maafkan atas segala kegagalanku

Bapak... Ibu...
maafkan aku yang belum bisa ngasih apa-apa hingga saat ini

Tuhan, jagalah Bapak Ibuku...
Tuhan terima kasih atas orang tua yang baik

Tuhan, terima kasih atas ulang tahun pernikahan bapak ibu yang ke 40 ini

bapak... ibu... maafkan aku !!!!

Jumat, 16 April 2010

a n a e l u r a e

aku bersyukur ada dia....
yang hadir setelah kisahku mulai usai
walau sebenarnya kini dia yang aku rasa tidak mungkin untuk aku

orang yang buatku apa adanya

mungkin dia seperti sosok yang selama ini aku cari, lucu dan aku mulai tau sedikit kehidupannya

Ya aku senang
ada yang hadir mengisi kekosongan ini

Yang membuat aku semakin ingin dekat

Tapi sesuatu yang aku takut untuk aku perjuangkan

entahlah apa yang saat ini aku harus aku tulis
entah apa yang saat ini aku rasakan
tak tau apa yang hari ini aku harapkan

aku hanya takut kembali terulang
seperti yang telah lalu

harapan...
keinginan...
cita-cita...

yang akhirnya kandas...

Tuhan, kembali aku menyebut nama_Mu

walau aku takut, aku ragu

aku tidak banyak berharap

saat ini dia bisa membuatku bahagia,mungkin
itu sudah cukup

entah apa yang akan terjadi nanti
entah gimana nantinya akan berakhir
hanya Engkau yang tau...
hanya Engkau yang menentukan...

terima kasih Tuhan...

beribu syukurku untuk_Mu

semoga Engkau tau apa yang aku minta
apa yang selama ini aku harapkan

aku hanya ingin seperti mereka
seperti teman-temanku

sekali lagi Tuhan, aku sangat-sangat bersyukur...



Sabtu, 03 April 2010

usai........


Ya akhirnya perjalananku selama 6 kali paskah ini harus berakhir
Aku gak tau gimana aku merasakannya....
di satu sisi aku sangat merasa sangat kehilangan
tapi mungkin aku juga sangat kecewa dan menyesal
kadang juga merasa semuanya telah usai
Tapi disisi lain aku sangat merasa sangat bersykur

Ya perjalanan yang sangat berat
yang aku yakin tak akan ada yang mampu menjalaninya

Pertama aku datang ke rumahnya, aku masih sangat ingat
apa yang di katakan orang tuanya kepadaku
ya waktu itu tanggal 3 Agustus 2005

" sigit ya ??? "
" iya Pak !!! ", jawabku
" Kerja dimana???"
" Pasuruhan Pak."
" Jadi apa disana??? "
" Supervisor Produksi... "
" Gaji kamu berapa, ada gak 5 juta "
" gak ada Pak "
" 3 juta ??? ", tanya bapaknya lagi
" belum ada Pak." jawabku lagi
" Sudah keluar kerja saja kamu........."
" Sarjana kok kerja saja ngemis2 cuma kayak empis..", tambah bapaknya lagi
"

Ya mungkin ini jalan yang aku tempuh
Jalan yang sebenar2nya

Aku merasa lega, mencoba bersyukur
Mungkin kalau saat ini aku masih tetap bersamanya
mungkin aku tak akan bisa seperti ini

Ya tak terasa sudah 6 paskah ini

Dulu paskah 2005 itu, pertama kali aku ketemu dia
dan kemarin malam paskah 2010 itu juga aku ketemu orangtuanya
untuk mengembalikan dia ke tanggung jawab orang tuanya lagi

Dia yang bagi keluarga dia harta selalu menjadi ukuran segala2nya

aku senang bisa lepas dari belenggu ini
Aku cuma heran, kenapa ada orang yang begitu mengagung-agungkan materi
semua selalu di nilai dari materi...

Bukannya aku menyesal
Bukannya aku tidak iklas

Aku harus keluar kerja karena desakan orang tuanya
aku sedikit- demi sedikit uang itu selalu di minta
motor yang aku punyai satu2nya teryata harus di jual bapaknya
uang, uang, uang dab kembali uang
tak terasa 21 juta lebih kini semuanya habis

Ya itu yang membuat aku sangat bersyukur
Kini aku bisa mnjalani kehidupanku
sedikit memberi untuk orang tuaku dari haril jerih payahku

ya kini semua sudah selesai
Malam paskah 2005 lalu semua dimulai
dan...
Malam Paskah 2010 ini pula semua benar2 sudah berakhir.....

Rabu, 24 Maret 2010

CINTA & KEHIDUPAN


Suatu hari, Plato bertanya pada
gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya menemukannya? Gurunya
menjawab, “Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian
ambillah satu saja ranting. Jika kamu
menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?” Plato
menjawab, “Aku hanya boleh membawa
satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang
paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil
sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya
itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi
pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang
subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon
saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan
apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon
yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa
saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu
memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan
untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan
kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya
itulah perkawinan "

Selasa, 23 Februari 2010

Doa...


Doa

Tuhan, dulu setahun yang lalu di tempat itu setelah aku sakit
Sakit yang dulu membuat aku capek dan lelah
Yang membuat aku kecewa kepadanya
Karena aku merasa dia tidak peduli lagi kepadaku
Merupakan awal keretakan dan perpisahanku

Tuhan, kini setahun sudah waktu itu berjalan.
Kembali aku terbaring sakit di tempat itu.
Tuhan,munginkan ini awal mukjizat-Mu untuk kembali menyatukan kami?

Tuhan, Engkau tau bahwa aku sangat mencintai dia
Sangat berharap pada dia
Dan selalu berdoa dan memohon kepada-Mu untuk bisa bersama lagi
Tuhan, masihkan ada harapan dan kesempatan untuk kami bersama lagi
Seperti dulu?

Tuhan, Engkau tau aku juga sangat sayang kepada orangtuaku.
Orangtua yang selalu berharap padaku
Orang tua yang selalu berdoa kepadaku

Tuhan, kadang aku tidak tega melihat orang tuaku
Mereka yang semakin tua
Mereka yang kini sendiri
Merekan yang mengharapkan seseorang hadir
Mereka yang ingin segera menimang cucu
Mereka yang juga sangat mencintai dia
Seperti mereka juga menyayangi aku

Tuhan, aku juga percaya
Orang tuaku juga tak henti-hentinya berdoa
Memohon kepada-Mu
Agar kami bisa bersatu kembali
Bersama kembali
Walaupun semua itu juga kembali kepada kehendak dan rencana-Mu

Tuhan, aku sangat percaya bagi-Mu tidak ada yang mustahil
Dulu kami sangat yakin akan cinta kasih kami
Setelah sekian lama memcoba bertahan dan tetap yakin
Walau akhirnya kami harus berpisah juga

Tuhan, kami pernah bisa bersatu
Dan kini berpisah
Tuhan, aku juga gak tau apakah aku nantinya bisa kembali bersatu
Mewujudkan semua impian, harapan kami dulu.
Ya, aku hanya bisa berdoa dan memohon kepada-Mu.
Mungkin aku juga terlalu banyak menyakiti dia
Mengecewakan dia

Kini dia yang telah pergi
Tuhan, mungkinkan Engkau menyatukan kami kembali ???

Jumat, 15 Januari 2010

Hanya Sebatas Status

Ya pertama kesan yang aku terima saat itu dia baik
walau tau aku kurang cocok dengan gaya hidupnya
aku mencoba menerima dia apa adanya, mencoba memahaminya
semakin berjalannya waktu, aku ada rasa ragu
semakin aku kenal
semakin lama aku bersama
dan semakin sering aku bertemu
semakin aku bisa mengerti kehidupannya
ya aku percaya ke dia
aku yakin itu hanya luarnya saja
aku melihat dia berbeda dengan kehidupannya



ya aku gak tau dia sebenarnya
bagaimana dia aslinya
aku mencoba apa adanya dia

sayaangnya aku gak bisa selalu hadir
aku gak bisa membuatnya nyaman

aku tau
kenyataan tidak selalu sama dengan keyakinan

dulu aku sagat yakin dengan yang pertama setelah
sekian lama berjalan bersama selama 5 tahun
nyatanya gagal

kini aku dengan seseorang yang kurang aku yakini
yang aku anggap gak akan mungkin bersama

aku mencoba meyakini seperti yang aku baca
"bagi manusia semua itu tak mungkin, tetapi bagi Allah
semuanya mungkin"

aku tau
kita perlu waktu
kita butuh proses
kita butuh kepercayaan

ya kini aku hidup dengan yang pertama
juga dengan yang terakhir
tapi kenyataanya semua sudah berlalu
dan semua itu
'Hanya Sebatas Status' saja...