Senin, 25 Mei 2009

Terima kasih, Vic !!!

Ya untuk kesekian kalinya aku mengingkari janjiku untuk tidak ketemu kamu lagi. Aku sudah berjanji semenjak malam Paskah itu aku akan mencoba untuk tidak masuk ke kehidupan kamu lagi. Ternyata aku belum bisa.
Tapi mulai saat ini aku bener-bener akan mencoba untuk tidak mengingat-ingat kamu lagi, karena kamu sekarang sudah milik Ardhi sepenuhnya, orang yang sangat kamu cintai. Vic, mulai saat ini aku akan menghapus nama kamu dari facebook, friendster ku sehingga aku gak akan bisa lagi melihat aktifitas kamu, juga Ardhi, aku juga akan mematikan HP + No ku, sehingga aku tidak akan bisa mengganggu kalian lagi, sehingga kamu gak perlu khawatir lagi. HP, FB, atau FS hanya akan membuat aku selalu ingat kamu, membuat aku untuk selalu memasuki kehidupan kalian lagi. Aku ’mungkin’ sudah terlalu banyak salah dan berdosa karena telah melukai kamu, aku gak ingin kembali melukai kalian lagi. Ya aku salah dan semua ada konsekuensinya, Joko bilang ”Yang kamu rasain sekarang sama dengan yang di rasain Rina waktu kamu putusin, walau sakit tapi kamu harus terima!”.
Vic, jujur kamu tetap yang terbaik dalam kehidupan aku, juga bagi orangtuaku. Aku sudah mengenal kamu semenjak kamu kelas 1 SMU. Aku di temept kerja punya 200 lebih anak buah cewek, 70% diantaranya berusia 18-24 tahun, tapi jujur gak ada yang seperti kamu, gak ada satupun yang bisa mengganikan kamu. Seumpama kamu nanti menikah dengan Ardhi, tetap kamu akan ada dalam kehidupan aku, aku gak mungkin bisa melupakan kamu, aku hanya bisa berusaha untuk tidak mengingat-ingat kamu lagi.

Aku juga minta maaf karena malam minggu yang lalu aku kembali datang ke rumah kamu. Dulu waktu supitan Mekel kita banyak sekali ngobrol, kamu juga mau tak pakaiin cincin yang biasa aku pakai, kamu juga bilang kalau saat ini kamu menjalin hubungan dengan Ardhi hanya sebatas pelarian saja, kamu juga bilang kalau kamu sebenarnya masih gak rela aku pacaran dengan wanita lain. Vic, kenapa malam itu kamu juga bilang ”kalau hubungan kita sekarang lebih baik dari pada yang dulu!”, kenapa juga kamu mau tak ajak pulang, ketemu orang tuaku, kamu juga berjanji mau ngasih hadia ciuman hingga terjadi yang ’lebih’ di kamar ku, dan kamu juga hanya diam. Sampai orangtuaku tanya ”apa kamu udah baikan ama Victa???”
TERNYATA AKU SALAH !!!
Malam minggu kemarin aku datang ke rumah kamu, tapi kamu beda banget. Hingga kamu terima telf dari Ardhi, aku dengar kamu sangat mesra, sangat perhatian sama Adhi, kamu juga tanya keadaan papa mamanya Ardhi, dan masih banyak lagi. Kamu juga cerita kalau kamu sering main dan ketemu orang tuanya Ardhi. Maaf Vic, aku malam itu bener2 gak tau! Aku sebenarnya menyesal dan malu malam itu datang ke rumah kamu. Siapakah aku ini???
Ya mulai malam itu aku baru benar2 yakin kalau kalian benar-benar saling mencintai.

Ya memang aku harus menghilang dari kehidupan kalian, aku gak pantas untuk masuk kehidupan kalian, aku gak mau kalian kenapa-napa gara2 aku. Aku juga berencana setelah ulang tahunku nanti aku akan ke Jakarta lagi mencari pekerjaan baru. Ya aku perlu teman, perlu sahabat agar aku tidak selalu ingat kamu terus. ”Wislah Nyeng, mending kowe nang Jakarta meneh wae dari pada kowe nang Purworejo nak setu minggu prei kowe mulih bingung arep ngopo, malah kowe tambah kelingan Victa terus. Mending kowe tetep nang Jakarta, dunia karo konco2mu ki gor nang Jakarta!”
Vic,kali ini pilihanmu tidak salah, kamu dan Ardhi seumuran, satu kampus. Kamu akan punya pola pikir yang sama, prinsip yang sama, sifat dan kehidupan yang sama, kamu akan merasa lebih nyaman dan cocok. Dari pada kamu sama saya yang dari kenal kita sudah Pacaran Jarak Jauh, dengan orang kerja, dan hanya seorang teknik yang pasti kaku buatmu.
Terima kasih Vic untuk semuanya, untuk semua kenangan indah selama 5 tahun bersamamu!
GBU, Tuhan memberkati !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar